); });

Sabtu, 08 Januari 2011

Kisah seorang Pengembara.......


Pagi itu terasa cerah, sang raja siang telah muncul dari balik gunung diufuk timur. burng-burung kecil mulai beterbangan tuk memulai hidup baru.  penghuni berakal budipun masing-masing mulai menyiapkan diri tuk hadapi masalah dan kegiatan  hari ini. Embun-embun pagi mulai kering disapu panasnya sinar matahari yang mulai meninggi. suara bising dimana-mana, seolah daratan diseluruh dunia ini telah menjadi jalan raya  yang hanya dilalui oleh kendaraan-kendaraan oaling jelek sampai kendaraan paling mewah. Silver adalah salah satu dari penghuni bumi yang siap untuk memulai hidup di hari ini. Tidak seperti biasanya, hari ini Silver Punya kesibukan lain yang seolah-olah tidak bisa ditunda. Entah sadar atau tidak silver harus berpisah  dengan orang yang dia kasihi, teman-teman dekatnya, halaman rumahnya, sanak keluarganya, kampung halamannya dan juga anjing kesayangannya yang selalu menemani silver diala silver gundah dan resah tentang dunia ini dan hidupnya sendiri.
Silver, barang-barangmu udah siap semua? tanya ibunya sambil menyiapkan sarapan terakhir unutk anak tercintanya.
            udah bu, semua sudah ada dalam tas. tinggal tunggu jemputan aja. jawab silver sambil memandang foto teman-temannya yang selalu bersama dengannya.
            perlahan-lahan air mata silver membasahi pipinya. kenangan-kenangan terindah yang pernah terjadi mulai menguasai otak dan pikirannya hingga menguasai hatinya dan mendominasi perasaannya. Tuhan, jagalah mereka semua dalam KasihMu dan lindungilah kami dalam KekuatanMu. Hanya itu yang bisa diungkapkan dengan hatinya ketika perasaannya menguasai dirinya.
Silv, nih sarapan sudah siap, ayo makan nanti keburu dingin, lagian sebentar lagikan jemputannya datang? panggil ibu dari dalam dapur rumah silver yang sederhana. rumah yang membesarkannya, melindunginya dari sinar matahari dan hujan, rumah yang menjadi tempat merebahkan tubuhnya saat capek dan rumah yang menjadi segalanya, itupun akan dan harus ditinggalkan.
ya bu...sebentar. jawab silver sambil memandang foto kawan-kawannya. tanpa berpikir panjang silverpun pergi keruang makan dan langsung mencicipi masakan ibunya. masakan yang selalu ada walau sangat sederhana, yang selalu memberi hidup walau sedikit.
silver..............ada yang datang tuh....kata ibu sambil melihat keluar lewat jendela. tanpa berpikir panjang Silver langsung meluncur ke luar dan tak disangka Nato dan kawan-kawan yang lain telah berdemo dihalaman rumahnya. Tuntutan mereka sangat sederhana yang dituliskan dalam spanduk hati mereka. “friend forever”. hanya itulah tuntutan mereka. Walau berat tapi itulah kenyataan yang harus dihadapi oleh mereka. saat dimana harus bersama dan saat-saat dimana harus berpisah. Tidak ada kata yang terucap, tidak 
ada suara, tidak ada tangis hanya diam dan diam menguasai dunia mereka. jika perppisaan ini  harus terjadi biarkan ini terjadi supaya rasa kangen itu ada diantara kita karena cinta dan persahabatan itu ada ketika rasa kangen itu ada. Hanya itu yang bisa dikatakan oleh silver tuk dapat menghibur dirinya dan teman-temannya. kalian adalah hadiah paling berharga dalam hidupku, bro and sist............perpisaahan itu laksana gunung, keindahan itu semakin Nampak jika dilihat dari jahu. so friend........we are friend forever. lanjut silver sambil menunduk seolah ia tidak berani menatap wajah kawan-kawannya yang selama ini telah menjadi saudara, guru, murid, teman sahabat, kawan, kakak, adik dan kadang juga jadi musuh.
Maafkan kami ya bro.........atas semua duri yang  telah ada diantara kita. yang buruk tinggalkan dan yang baik bawalah bersama bro. kami akan doakan selalu, semoga segalanya baik-baik aja. bro..........desa kita perlu kita, kamu dan semua. kata Nato sambil mewakili teman-temannya. taka da tangis dan tawa diantara mereka karena semua sadar bahwa Tuhan pasti akan mempertemukan mereka entah dimana. Perpisahan kecil dan sederhana itu meningalkan kesan yang sangat mendalam untuk silver dan rasa haru. Ibu silver yang menyaksikanya kejadian kecil itu terharu dan tak terasa air matannya membasahi pipinya. bukan karena akan ditinggalkan oleh anaknya tapi karena persahabatan diantara mereka. Ternyata persahabatan mereka memberikan pelajaran yang sangat berharga kepada ibunya. Arti sahabat tidak pernah diukur dengan batas ruang dan waktu, sahabat itu melampaui ruang dan waktu dan abadi selamanya. Persahabatn bukanlah ilmu hitung yang bisa dipecahkan dengan rumus-rumus atau angka-angka tetapi persahabatan adalah masalah alam yang hanya bisa dimengerti dengan hati dan perasaan. kejadian siingkat itu menjadi awal sekaligus akhir untuk tujuan hidu mereka masing. menjadi akhir karena segala mereka harus menjalani hidup sendiri-sendiri dan menjadi awal karena mereka semua akan melalui hidup baru tanpa yang lain.
Tiba-tiba mobil jemputan pun tiba dan mereka harus berpisah. Ibunda silver yang sangat kehilangan anaknya menjadi tegar dan kuat dengan kehadiran teman-teman silver. senyum kecil menghiasi wajah ibunya saat Silver hendak masuk kedalam mobil.
Sekolah yang benar ya...............nanti kalau pelang harus bawa diploma jangan bawa akte kelahiran ya................kata silvia sambil tertawa.
hei bro.................ingat! suatu saat aku pasti jalan kesana kalau aku udah punya duit banyak.:kata joni sambil memperlihatkan ID cardnya. yang lain mengejek joni sambil tertawa.walau dalam hati mereka telah teriris oleh perpisahan ini.
silv...........jangan lupa telpon mama ya kalau udah sampai disana. dan ingat sekolah yang benar dan harus berusaha. mama akan doakan kamu selalu. kata mama sambil memeluk silver.

ya mam, silver janji kog.............balas silver sambil mencium tangan mamanya dan papanya, dan memohon restu.
Jangan lupa belajar dan jangan berdoa ya.............biar dilindungi oleh Yesus dan Bunda Maria. kata temannya sambil memukul pundak silver.
pasti donk..............jawab silver sambil mengeluarkan rosary warna coklat dari dalam saku pemberian seorang suster, rosary yang selalu menjadi kekuatanya saat silver lemah , menjadi pelindungnya saat dalam bahaya. menjadi tumpuan harapannya saat berjuang. dan ia pun melingkarkan rosarinya di leher.
 inilah senjataku, dan inilah kekuatanku. siapapun tak akan mampu mengalahkan ini kecuali amunisinya sudah habis alias aku tidak berdoa lagi. lanjut silver sambil tertawa. teman-temanya pun ikut tertawa. itulah hiburan terakhir dari silver dan dari teman-teman untuk silver. Silver pun hilang dari pandangan teman-temannya. Suara burung kecil, anging yang bertiup pelan menjadi saksi bisu perpisahan mereka. tak ada kata, tak ada bising namun dari hati yang palin dalam mereka terucap ribuan bahkan jutaan kata yang tidak bisa diwakilkan dengan kata-kata. seiring dengan jalannya waktu silverpun hilang dari pandangan bola mata mereka. perasaan silver pun hancur karena dikuasai oleh keadaan dunia yang cukup rumit bagi dirinya. namun ia terhibur dengan kata-kata para intelektual dahulu yang mengatakan bahwa”jika ada perpisahan jangan pernah ditangisi karena perpisahan itu laksana gunung yang tinggi, yang keindahannya semakin nampak jika dilihat dari jahu.
selamat siang...sekarang saya ada di atambua. tino. itulah pesan pertama dari sim card barunya kepada seseorang yang ia tahu tapi tidak dikenal. tiba-tiba Hp nokia miliknya berdering  pertanda kalau smsnya udah dibalas, ia sengaja set lagu eu te amo demais sebagai nada pengingat pesan agar dapat selalu teringat kalau orang-orang yang silver tinggalkan adalah mereka yang paling ia cintai. dan dari balik dari layarnya ada nomor baru yang ia sendiri tidak tahu pengirimnya. dari balik lcdnya tertulis a new massage recieved. Kak, tiketnya udah diboking, nanti kalu udah nyampai bisa langsung diambil. arga. pesan singkat dari orang misterius, hanya bayang-bayang dalam otaknya. walau silver udah diberitahu bahwa argalah yang akan menunggunya bila sampai ditempat tujuan. hati silver tidak tenang lantaran dalam tubuhnya aliran darahnya terasa berhenti. entah apa yang ada dalam pikirannya silver tidak bisa mengendalikan keingungannya. Entah ia ada dimana ia sendiri bingung walau ia tahu nama tempatnya dari Tulisan dipapan kantor, di pamflet-pamflet dan lain. Ia juga bingung kemanakah ia akan pergi bila sudah tiba di tempat tujuannya nanti, karena ia sendiri tidak tahu tempat sebenarnya. hari semakin malam, jarum jam sudah menunjukkan pukul 7dari Hpnya. rasa capek dan gantuk mulai menyelimuti dirinya namun ia berusaha untuk menghilangkan rasa capek dan gantuknya itu karena ia harus tetap bangun agar bisa tahu posisinya. ada papan yang bertuliskan 
selamat datang di Naibonat. langsung teringat jelas dalam pikirannya tentang nama daerah itu. Nama itu membawa ia kembali ke 10 tahun yang lalu ketika orang tuanya menerima surat dari saudara-saudarnya yang terpaksa mengungsi ke kupang karena perang saudara setelah kemerdekaan pada tanggal 30 agustus 1999. Pikirannya tertuju kapada saudara-saudaranya yang berada dikupang. satu persatu ia mengingat kisah-kisah terakhir saat akan berpisah karena perang saudara 10 tahun yang lalu yang menyebabkan mereka belum pernah bertemu sampai sekarang. waktu semakin berjalan dan sopir pun mulai menanyakan tentang tempat para penumpang yang ada didalam mobil. udah dekat kale”pikir Silver dalam hatinya”. setelah menempuh sekitar 30 menit perjalanan silver dan penumpang lainnya tiba di tempat tujuan. sepupu Silver yang telah di sms telah menunggu di agen  travel. penuh peraya diri seolah bukan orang baru ia turun dari mobil dan langsung mencari sepupunya.
udah lama nungunya ya???tanya Silver ketika ia bertemu sepupunya.
ngak kog...10 menit yang lalu. jawab Jano sambil bersalaman.
perasaan lega dan senang langsung dirasakannya setelah ia tahu bahwa ia sudah ditunggu sepupunya. karena sepupunya bukanlah tujuan utamanya maka silverpun kirim pesan singkat ke Arga untuk memberitahu kedatangannya. lima menit kemudian jemputanpun datang.
suster wendy???tanya penjemputnya.
ya, silver mengangguk tanda setuju.
saya disuruh suster Wendy untuk menjemput frater...lanjut si penjemput yang ia sendiri tidak tahu namanya.
oh ya....sekarang kita boleh pergi???tanya silver.
ok. mari kita jalan. jawab penjemput silver.
mereka pun mneinggalkan tempat penjemputan dan langsung menuju kerumah Arga. orang yang itdak diketahuinya tapi udah dikenalnya lewat SMS yang mereka kirimin satu sama lain selama silver dalam perjalanan.
sederhana, rapi, tenang dan aman. itulah tempat kost Arga. ditempat yang nyaman itulah Arga, teas, ibu teas dan bapak tesa menjalani hidupnya. dari wajah silver terlihat capek namun karena pertemuannya dengan muti dan keluarganya silver akhirnya senang dan bahagia sekali. Mungkin karena kedatangan Silver yang sudah diketahui sebelumnya, Silver langsung disuguhi dengan kopi Panas.

Merekapun larut dalam cerita-cerita dan kisah-kisah mereka. Silverpun tak mau ketinggalan dengan kisah perjalanannya. Suasana malam itu jadi lain, karena malam itu penuh tawa dan canda antara mereka walaupun baru kali ini mereka bertemu, tapi seolah-olah mereka sudah saling mengenal lama. berbagai kisah terungkapkan malam itu dari yang paling gembira sampai yang paling sedih. Namun tetap dalam suasana aman dan nyaman. malam semakin larut dan mereka pun mulai terlelap dalam mimpi-mimpi indah mereka, mimpi tentang hari esok yang cerah dan indah.
kak....lebih baik istirahat ya....pasti capek selama perjalanan. lagian kak kan besok pagi-harus berangkat. istirahat sudah ya kak???tanya arga sambil memohon kepada silver agar istirahat.
ya....makasih ya. jawab silver dengan wajah terasa mengantuk.
selamat malam ya kak. arga istirahat dulu.
selamat malam juga. balas silver.
itulah kata-kata terakhir antara Arga dan silver dimalam hari itu. karena pagi-pagi silver sudah harus pergi untuk cek tiket yang sudah dipesan oleh arga.
Silver tidak bisa tidur karena pikirannya yang tidak menentu. Ia terus memikirkan apa yang akan ia lakukan di bandara nanti, soalnya baru pertama kali silver melakukan hal-hal seperti itu. pikirannya menguasai mimpinya.
bersambung....................................

Rabu, 05 Januari 2011

SPEPAL FATUMETA

SEMINÁRIO MAIOR SÃO PEDRO NO SÃO PAULO
FATUMETA DILI
Seminario laos hanorin ema atu sai Padre deit, laos hanorin ema atu sai matenek deit maibe hanorin ema atu sai ema nebe integrado iha matenek, fe, vida social, iha vida humana nebe mai husi ida-idak nia fuan laran.
Seminário Maior São Pedro no São Paulo Fatumeta Dili hari iha tinan 2000 liu. Hari husi Bispo Dom Carlos Filipe Ximenes Belo ho Dom Basilio do Nacsimento. Hari fofoun buat barak mak la iha, buat barak la completo maibe ho Esperanca nebe metin no fiar metin ba Nai Maromak Seminário nee bele lao ba oin nafatin maske ho dificuldade no desafius oin-oin. Tinan ba tinan estudante aumenta ba bebeik no nunka atu husik Seminário mamuk. Dormitorio mos amenta tan tamba seminarista barak ba bebeik atu prepara-an sai Futuru Sacerdote no Futuru Lideransa ba Igreja no rai Timor ho Halao actividade oin hanesan Actividade Intelectual, Espiritual no Social. Ectividade Intelectual sira ne mak haenesan estuda Filosofia, Teologia, Psicologia no Lisao seluk tan nebe iha relasao ho Intelektual. Iha parte Espiritual nian mak hanesan Reja, Le Biblia, Retiru, Reflexao, Fo retiro, Halo Celebrasaun no seluk tan. Actividade Social nian mak oinsa atu konhece moris sociedade hodi tama iha sira nia leet no hanorin kona ba fiar no matenek. Actividade extrakurikuler  mos  Frater sira aprende iha seminario mak hanesan Desporto, Toka, Pinta, Halo toos no etc. atu bele halao actividade sira iha leten laos buat facil, maibe liu husi dificuldade nebe barak los. Ita bele dehan katak Seminario halai monu, hader halai fali monu fali....... Dificuldade sira nebe uluk iha neneik maibe bebeik komesa resolve ona maske laos hotu kedas. Antes atu tama iha Seminario Maior tenke liu husi Seminario Menor Nossa Senhora do Rosario de Fatima Balide(tinan 4) no Seminario Ano Espiritualidade São João Maria Vianney Dare(tinan ida). Iha tinan 2006 Seminário tenke sai fatin refugiados ba ema besik rihun 5 nebe husik sira nia fatin tamba krise politico nebe mosu iha tinan neba. durante fulan hirak nia laran actividade Seminário labele lao ho diak tamba fatin sira nee ocupado hotu husi refugiados sira. Hakarak ka lakohi ne mak missão Seminaristas sira nian nebe hakarak tuir Nai Jesus Nia dalan. Hanesan Mestre boot Jesus hanorin katak domin boot liu mak fo an ba ema seluk nia moris, nunee mos Seminaristas ka Frater sira husi Seminário Fatumeta entrega an tomak atu bele salva ema seluk nia vida. laos buat facil maibe ho Nai Jesus nia tulun Frater sira bele halao nia missão ho diak. durante tinan rua nia laran Seminário sai fatin ba refugiados nebe tauk mate tamba krise. neneik-neneik situasaun komesa lao normal, maske iha fatin balun sei iha problema.
Maske iha situasaun nebe muda tun sae Seminário existe nafatin hodi hamosu lideransa foun ba Igreja no rai timor leste. depois de tinan rua iha fulan maio 2008 Seminário mamuk husi refugiados sira. Fatin primeiro nebe husik refugiados sira. quase 3000 refugiados hetan subsidio no fila ba nia hela fatin ida-idak. Situasaun foun mosu, kondisaun foun ida ba Frater sira Fatumeta atu hahu buat foun ida. Durante tinan rua nia laran halao actividade iha refugiados nia leet, comesa 2008 fulan maio ba oin hahu ho kondisaun foun ida. Iha loron 30 fulan Novembro 2008 Primeira vez Seminário fatumeta halo nia primeira colheta ba nia seminarista sira. dehan primeira colheta tamba nee puro totalmente husi Seminraio Fatumeta. maske iha tinan tinan nebe liu ona hamosu ona Sacerdote foun ba Rai timor. Primeiro Sacerdote Husi Fatumeta mak Pe. Joaquim, Pe.  Joao no Pe. Evaresto, Pe. Ivo, Pe. Jose, Pe. Bento, Pe. Lorenco, Pe. Anibal etc. depois ida nee utir mai Seminário nunka atu falta oferece sacerdote ba Igreja Timor no Lideransa ba Rai Timor. Foin dadaun iha loron 8 fulan desembro 2010 Seminario Fatumeta Oferese tan Padre nain 5 (Pe. Justino, Pe. Natalino, Pe. Abril, Pe. Alberty no Pe. Helio)ba Igreja rai Timor no iha fulan Janeiro agora sei Halao tan Ordenasaun Diakonado ba Frater nain hat iha Baucau (Fr. Natalino, Fr. Jose, Fr. Eusebio no Fr. Avelino) no iha fim de janeiro sei fo tan ordenasaun Diakonado ba frater nain tolu iha maliana (Fr. Hipo, Fr. Marques no Fr. Carlos). Ita hotu hein katak tuir mai Seminario Fatumeta ho Maromak nia tulun sei oferese nafatin Sacerdote barak ba Igreja Timor no Lideransa barak ba Rai timor Leste. Tuir Mai hau convida ita hotu atu konhece Seminário São Pedro no São Paulo Fatumeta Dili.
Capela, Fatin atu Celebra Eucaristia..Centro Fiar ba Frater sira.....









Senin, 03 Januari 2011

Bandeira Nia Valor Iha Nebe.........?


ITA LUTA BA SAIDA..?????
CATATAN SEORANG ANAK JALANAN YANG PRIHATIN.
Timor Leste hanesan Nasaun foun ida nebe mosu iha ano milenio nee, nebe delega legalmente iha tinan 2002 iha tasi tolu. Ita hotu labele nega katak Timor nasaun ida nebe foin moris precija tulun husi nasaun seluk. Maibe laos dehan katak buat hotu-hotu ita sadere ba Nasaun seluk. Buat barak nebe ita rasik bele halo. atu hetan independencia nee laos buat facil ida no mos laos processo nebe badak, maibe precija sacrificio boot no processo nebe naruk. Ita tenke lakon baut barak atu bele hetan independencia nee. iha loron 30 de augostu tinan 1999 ita hotu decide atu husik an husi Indonesia tamba deit hakarak liberdade no moris ukun an rasik. ita hakrak iha lian rasik, iha presidente rasik, ita hakarak iha bandeira rasik, ita hakarak iha hino nasional rasik atu dehan katak ita hakarak sai nasaun ida ida nebe la sadere ba nasaun seluk. Se ita hare fali ba kotuk, iha tempo luta nian, ita kaer metin los buat ida naran unidade, fraternidade no nasionalidade. la iha separasaun entre ita timor oan rasik, maibe iha interese balun mak halo ita fahe malu. 
iha artigu ida nee hau hakarak foka liu ba iha Valor bandeira ba nasaun ida..
Nasaun ida nian simbolo ida mak bandeira. Ita nia luta durante tinan hirak nia laran hakarak deit atu iha bandeira rasik. Ita hotu hare no fo valor ba bandeira nee hanesan buat lulik ida. Iha Filme sira, mesmo nee laos buat real, baseia deit ba acontecemento real maibe ita bele hare katak oinsa luta nain sira fo an ba bandeira. mate bele mate naran katak bandeira keta kona rai sa tan nakles.....hau prontu mate bandeira hun!!!!husi nee ita bele hola konklusaun ida katak bandeira nia valor mos boot tebes ba nasaun ida. Bandeira nasaun ida-idak nian iha ia filosofia rasik. Bandeira nia kor iha nia signifika rasik nebe klean tebes ba nasaun ida. Group ida ka Nasaun ida atu halo nia Bandeira, sempre ho nia signifika rasik nebe sai hanesan motivasaun no sai mos hanesan simbolo ba nasaun ida. Ita Timor nia bandeira rasik mos iha nia filosofia rasik. Kor ida-idak iha nia signifikasaun rasik.

husi kor sira nee mak sai hanesan motivasaun no forsa atu ita luta atu bandeira ida nee bele mos iha nia evento rasik. Maibe depois de ita ukun rasik, sa ida mak ita hare..?realidade hatudu oin seluk.......
Kesi no Dada Bandeira iha ai......?


 
Iha dia 6 de augostu 2009, depois de Presidente Eleito DR. Jose Ramos Horta hili Xanana sai primeiro Ministro, iha acontecemento lubuk ida nebe ita nunka imagina katak bele akontece iha ita nia rai. boikote iha fatin-fatin liu-liu iha parte Leste hahu husi Baucau too iha Watulari. Dalan hotu taka, buat hotu la lao tan deit la simu decisaun husi Presidente Ramos Horta. Iha momento nee hau rasik hare ho matan oinsa mak ema sira espressa sira nia insatisfasaun ba desisaun nee. Iha Fatumaka UN nia kareta ida hetan sunu,Iha watulari uma rihun ba rihun hetan sunu, no iha fatin seluk tan. Hau rasik mos bele dehan sai sasin moris ba acontecemnto balun. iha fatin hotu Bandeira kesi iha fatin hotu. iha au tutun, hali tutun, ailele tutun no ai seluk tan...Husi nee pergunta boot ida mosu derepente iha hau nia kakutak...Valor bandeira nian iha nebe?ou Ida nee mak hatudu katak fo Valor ba Bandeira?Momento neba lao tempo campanha laos mos tempo nasional ruma maibe tempo bain-bain ida.....acontecemento sira nee hamosu bebeik pergunta iha hau nia kakutak”tamba sa?
Hau hare rasik ho matan bandeira balun iha ai lele tutun, ai teka tutun, hali tutun, au tutun, iha ponte, iha samtuku no iha ai balun tan nebe hau la hatene nia naran. Balun husik too semana ida, balun husik too fulan ida, balun husik too fulan nee, balun husik too tinan ida, balun husik too haluha kore husi ai hun too bandeira nia kor ita la bele nota: metan mak nebe, mutin mak nebe, mean mak nebe ita la hatene. Bandeira nebe uluk ema considera hanesan lulik nee nia valor iha nebe?
Atu taka hau nia artigu nee hau husik hela deit pergunta refletivo ba ita hotu atu bele hanoin hamutuk kona ba Valor husi simbolo nasaun ida nian. Atu fo Valor ba Simbolu nasaun ida ita kuidadu simbolo ne ka ou ita kesi no dada iha fatin hotu?se Dehan ita tenke kuidadu tamba sa mak ita husik iha ai tutun sira nee too nia kor lakon tiha mos ita la kore fali? se dehan ita tenke kesi no dada iha fatin hotu, tamba sa mak ita la kuidadu?tamba sa mak tenke kesi iha ai tutun sira? Ba ulun boot nasaun sira, tenke hare no tau matan ba buat sira nee, tamba nee laos buat bai-bain ida nebe tenke husik nunee deit. Buat ida mak ita hotu tenke tau iha ita nia ulun no fuan katak”Agora laos ona tempo atu brani fo an mate ba ita nia nasaun maibe tempo atu brani moris ba ita nia nasaun. Atu hatudu ita nia domin ba ita nia nasaun laos tenke kesi bandeira hodi lao ba mai, laos dehan katak kanta hino nasional, laos dehan katak tenke koalia tetun maibe hatudu deit husi buat nebe kiik liu, buat nebe ita hotu dala barak liu la fo atensaun ba ida mak: soe foer iha nia fatin, atu ita nia nasaun bele mos nafatin. se ita halo ona buat kiik liu nee, ita mos kontribui ona ba desenvolvemento nasaun nian.
           

Welcome In Blogging Is My Life

Contoh Sliding Login Dengan JQuery

Disamping ini adalah contoh Sliding Login menggunakan JQuery. Login Form Disamping hanya Contoh dan tidak dapat digunakan layaknya Login Form FB, Karena Blog ini terbuka untuk umum tanpa perlu mendaftar menjadi Member

Tutorial Blog

Untuk membuatnya Silahkan : Klik Disini

Member Login

Lost your password?

Not a member yet? Sign Up!